Thursday, December 25, 2014

Maafkan Aku Menyukaimu

Diantara malam yang semakin pekat, diantara hujan yang semakin tak bersahabat izinkan aku mengucap selamat malam padamu, lelaki sederhana yang amat suka melipat lengan bajunya. Di belahan mana pun kamu, ku harap kamu selalu dalam penjagaan NYA. Perihal waktu, rasanya delapan tahun bukanlah waktu yang amat singkat untuk memiliki rasa terhadapmu, tetapi bukanlah waktu yang teramat cepat pula, untuk menghapusmu dalam setiap catatan-catatan rindu yang tanpa kamu ketahui ada kamu di dalamnya.

Melihat linikala kepunyaanku, harus ku akui entah sudah berapa banyak surat tak sampai yang telah aku tuliskan kepadamu, entah sudah berapa banyak waktu aku habiskan untuk mencintaimu dalam diam dan entah berapa banyak ucapan rindu aku titipkan setiap hujan datang menemuiku. Kesederhanaanmu membuatku bertahan untuk tetap mencintaimu, kesederhanaanmu membuatku memilih ketidakpastian daripada kepastian, dan lagi kesederhanaanmu membuatku menunggu tanpa kamu ketahui bahwa kamu yang aku tunggu.

Sederhananya kamu adalah cara ku menaruh hati padamu, sederhananya kamu adalah ketidaksederhanaan yang dianugerahkan Tuhan untukku. Kamu, adakah kelak akan ada waktu untuk kita melebarkan sajadah dan sujud bersama? Adakah kelak akan ada waktu dimana kamu mengimamiku, mengajakku bertemu sang pemilik cinta yang sebenar NYA? dan adakah kelak akan ada waktu kita duduk berhadapan ditemani secangkir teh hangat hanya untuk sekedar bersenda gurau? 

Pada akhirnya, apa salahnya berharap pada hari-hari depan. Bukankah sangat menyenangkan, menebak-nebak labirin mana yang paling tepat untuk dilalui? Bukankah sangat menyenangkan, bertanya-tanya dikamukah ini akan berakhir? Meminta dan memantaskan diri adalah pekerjaan yang harus aku lewati untuk kehidupan yang lebih baik.


"Untuk dua vokal yang diapit tiga konsonan, maafkan aku menyukaimu" 




4 comments:

Pangeran Wortel said...

Wah-wah. Semakin hari semakin syahdu suratnya.

Gue masih selalu terbuai dengan kata-kata hasil pikir wiwi.

Keren banget mah. Udah sampe buat Pangeran gak sanggup bilang apa-apa.

Tapi jgn sampe suratnya gak nyampe lagi, ya. :D

Unknown said...

Jujur saya sebagai cowok, baca surat ini bikin saya merasakan apa yang kamu tulis, bisa kali ajarin nulis kayak gini
hehe

ADMIN said...

Kisah nyata kah? Ini juga yang gue alami, kalau menurut gue mending lupakan saja dia. Move on kalau kata anak jaman sekarang.

Kan belum tentu juga dia mikirin kita, padahal di sini kita masih berharap eh tahunya dia udah punya seseorang yang lain di suatu tempat di luar sana

Ponco Adi Nugroho said...

Kasihan udah 8 tahun suka sama si cowok, dan bahkan si cowoknya nggak tahu kalau ada yang nyukai.